SENI


Pengeret-ret salah satu seni yang dibuat suku karo
biasaya melekat di dinding rumah adat karo.
Didesain jhoni milala menjadi sebuah Gambar (27/01/2012
Pengertian Seni
   Kata seni berasal dari kata “sani” yang artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. Dalam bahasa Inggris dengan istilah “ART” (artivisial) yang artinya adalah barang/atau karya dari sebuah kegiatan. Seni sangat abstrak maknanya, jika kita telaah lebih dalam makna seni sangat beragam. Ada yang berpendapat seni itu unik, khas, indah, lembut dan memiliki nilai history yang tinggi. Pada karya seni identik didalamnya melekat nilai-nilai etika dan estetika, dikatakan dalam kontek berseni, seni adalah karya yang menggugah jiwa.

Seni adalah pengalaman estetik seseorang (seniman) yang diungkapkan kembali dalam suatu bentuk karya seni, sehingga menimbulkan pesona (rasa puas). Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga.
Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. Beberapa pendapat tentang pengertian seni:

Ensiklopedia Indonesia : Seni adalah penciptaan benda atau segala hal yang karena kendahan bentuknya, orang senang melihat dan mendengar
Aristoteles : seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu.
Ki Hajar Dewantara : seni adalah indah, menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya,
Akhdiat K. Mihardja : seni adalah kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya,    yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani sipenerimanya.
Erich Kahler : seni adalah suatu kegiatan manusia yang menjelajahi, menciptakan realitas itu dengan symbol atau kiasan tentang keutuhan “dunia kecil” yang mencerminkan “dunia besar”.
Jenis Jenis Seni:

1.      Seni Musik
       Musik adalah: ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk    menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 602)

2.      Seni Tari
Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang, dan waktu, dan tenaga.

3.      Seni Teater
         Kata Teater berasal dari kata Yunani kuno “theatron” yangsecara harfiah berarti gedung, tempat  pertunjukan, stage (panggung),maupun pusat persembahan.Teater bisa juga diartikan mencakup gedung, pekerja (pemaindan kru panggung), sekaligus kegiatannya (isi-pentas/peristiwanya ).Sementara itu, ada juga yang mengartikan Teater sebagai semua jenisdan bentuk tontonan, baik di panggung maupun arena terbuka.Secara singkat dapatlah diberikan definisi terhadap Teater yaitusuatu kegiatan berekspresi yang bertolak dari alur cerita yang dipertunjukkan dengan menggunakan tubuh sebagai medium utama,sedangkan dalam proses penciptaannya digunakan unsur gerak, suara,bunyi dan rupa (wujud) yang disampaikan kepada penonton.Keberadaan teater di tengah kehidupan masyarakat merupakanresiko kultural dari dinamika kehidupan masyarakat sama denganresiko cultural lainnya, politik dan sebagainya. Dengan pengertian bahwa Teater sebagai salah satu bentuk kesenian adalah dihadirkanoleh dinamika masyarakat.

4.      Seni Rupa
   Seni Rupa adalah sebuah konsep atau nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu. Bentuk karya seni rupa merupakan keseluruhan unsur-unsur rupa yang tersusun dalam sebuah struktur atau komposisi yang bermakna. Unsur-unsur rupa tersebut bukan sekedar kumpulan atau akumulasi bagian-bagian yang tidak bermakna, akan tetapi dibuat sesuai dengan prinsip tertentu. Makna bentuk karya seni rupa tidak ditentukan oleh banyak atau sedikitnya unsur-unsur yang membentuknya, tetapi dari sifat struktur itu sendiri. Dengan kata lain kualitas keseluruhan sebuah karya seni lebih penting dari jumlah bagian-bagiannya. seni rupa antara lain adalah lukisan, grafis, patung, pertunjukan, film, koreografi, fotografi dan desain.

5.      Seni Sastra
   Bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Definisi kedua menurut kamus ini adalah karya tulis, yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.

Istilah sastra sendiri, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ”tulisan” atau ”karangan”. Sastra biasanya diartikan sebagai karangan dengan bahasa yang indah dan isi yang baik. Bahasa yang indah artinya bisa menimbulkan kesan dan menghibur pembacanya. Isi yang baik artinya berguna dan mengandung nilai pendidikan. Bentuk fisik dari sastra disebut karya sastra. Penulis karya sastra disebut sastrawan. Dalam Bahasa Indonesia, kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada ”kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata ”sastra” bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak.

Sifat Dasar Seni

Sifat kreatif dari seni. 
Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu  mencipta karya baru.
Sifat individualitas dari seni. 
Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman  merupakan karya yang berciri personal, Subyektif dan individual.
Nilai ekspresi atau perasaan. 
Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni  harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. Seniman mengekspresikan  perasaan estetis nya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati,  memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya.
Keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa. 

Konsep karya seni yang  dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik  kembali atau terhapuskan oleh waktu.
Semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang  waktu. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Sejak jaman pra sejarah hingga  jaman modern ini orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangan masyarakatnya.

Kesenian Karo

Rohidi (2000:28) mengatakan bahwa berekspresi estetik merupakan salah satu kebutuhan manusia yang tergolong kedalam kebutuhan integratif. Kebutuhan integratif ini muncul karena adanya dorongan dalam diri manusia yang secara hakiki senantiasa ingin merefleksikan keberadaannya sebagai mahluk yang bermoral, berakal, dan berperasaan.
Berekspresi melalui kesenian merupakan salah satu aktivitas manusia yang sangat umum dalam setiap kelompok masyarakat pada umumnya.. Dengan demikian kesenian merupakan suatu kebutuhan yang penting dalam masyarakat untuk mengekspresikan dirinya sebagai manusia yang memiliki perasaan indah, senang, gembira maupun perasaan sedih.
Suku Karo sebagai salah satu etnik dari beratus etnik yang dimiliki Nusantara tentu memiliki keunikan kesenian tersendiri. Keunikan Kesenian Karo ini lah yang menjadi kebanggaan suku Karo dalam menjalankan tutur budayanya.

1 comment: